Home » Kopi Luwak » Kopi Luwak Liar
Filed: Kopi Luwak

Kopi Luwak Liar dan Kopi Luwak Hasil Penangkaran

Berdasarkan sumbernya kopi luwak dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

Kopi Luwak Liar

Kopi luwak liar merupakan biji kopi hasil feses (kotoran) luwak yang ditemukan di hutan atau sekitar perkebunan kopi secara bebas. Kopi luwak yang berasal dari luwak liar relatif lebih baik. Karena proses pemilihan kopi yang dikonsumsi luwak tidak dipaksakan sehingga proses tersebut berlangsung secara alami. Namun berhubung kebutuhan pasar kopi luwak liar yang terus meningkat, pemenuhan kebutuhan melalui kopi luwak liar menemui berbagai kendala.

Jika feses (kotoran) luwak tidak segera ditemukan oleh pencari kopi luwak liar dalam waktu yang lama atau berbulan-bulan, maka kualitas kopi luwak akan menurun. Karena feses (kotoran) luwak tersebut akan terkontaminasi berbagai bakteri dan virus yang dapat merusak biji kopi luwak. Feses yang sudah terlalu lama bentuknya sudah tidak utuh lagi, bahkan telah berwarna hitam dan berbau busuk. Kelemahan ini merupakan salah satu alasan sebagian orang untuk membudidayakan luwak sehingga hsail dari feses dapat dikontrol dan diolah sebelum feses tersebut rusak.

Kopi Luwak Hasil Penangkaran

Metode kopi luwak hasil penangkaran merupakan solusi dari beberapa kelemahan metode kopi luwak liar. Metode kopi luwak hasil penangkaran telah diaplikasikan di perkebunan yang memiliki ratusan ekor luwak yang dipelihara. Para petani dan pebisnis kopi sudah mulai beternak musang atau luwak untuk dijadikan sebagai penghasil kopi luwak.

Hewan luwak dibudidayakan disuatu lokasi. Luwak yang dipelihara biasanya sudah dewasa berumur sekitar 1,5 tahun. Jika pemeliharaannya dari anakan yang sudah berumur 3 bulan atau lebih, luwak dapat mulai berproduksi setelah satu tahun berikutnya. Perawatan atau pemeliharaan luwak dilakukan di dalam kandang. Setiap kandang diisi oleh satu ekor luwak.

Pemeliharaan luwak di antaranya memberikan makan secara teratur, memandikan, memberikan vaksin, membersihkan kandang dan sesekali menyemprotkan disinfektan di setiap kandang. Selain itu setiap hari atau interval 2-3 hari, luwak diberikan pakan buah kopi yang sudah matang atau berwarna merah pada sore hari. Jumlah buah kopi 2-3 kg per ekor. Setiap luwak tidak akan menghabiskan seluruh pakan yang diberikan. Luwak cenderung memilih buah tertentu saja dengan menggunakan indera penciumannya yang sangat tajam. Pada esok harinya hasil feses (kotoran) berupa gumpalan biji kopi sudah dapat dipanen.

 

 

Related Post Kopi Luwak Liar

Asal Kopi Luwak